Kebencian

Pengertian “Kebencian” berdasar Wikipedia bahasa Indonesia adalah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, permusuhan, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang atau fenomena. Hal ini juga merupakan keinginan untuk menghindari, menghancurkan, atau menghilangkannya.

Kita semua pasti tahu arti dari kata kebencian, bahkan kerapkali merasakannya. Akan tetapi, pernahkah terpikirkan untuk mencari tahu asal muasal dari rasa benci itu sendiri? Ya, sangat jarang ada orang yang merasa perlu melakukannya, apalagi pada saat kebencian itu menyelimuti diri.

Biasanya, pada saat kita merasakan kebencian, maka ego menguasai kita sehingga kita merasa paling benar dan bahwa perasaan kitalah yang paling penting. Oleh sebab itu, maka kita kehilangan kendali atas hati kita. Kita mengabaikan suara hati yang mengatakan untuk tetap mengasihi. Bahkan, untuk mencari sumber dari timbulnya rasa benci itu sendiri, kita sudah tidak sudi.

Baiklah, sekarang mari kita bahas tentang efek dari “Kebencian” itu sendiri:

  • merusak suasana hati yang menyebabkan kita jadi mudah marah, emosi berlebihan dan menciptakan perasaan iri hati
  • memicu timbulnya penyakit dalam tubuh
  • stress berkepanjangan yang berujung depresi

Seperti dijelaskan diatas, dapat kita simpulkan bahwa tidak ada satupun efek yang positif dari kebencian. Malah apabila diperhatikan, semuanya merusak diri kita sendiri. Apakah rasa benci kita merusak/ membawa efek negatif kepada orang yang kita benci? Belum tentu, karena kita sebenarnya tidak tahu apakah orang tersebut juga membenci kita dan apakah orang tersebut juga merasakan kebencian kita terhadapnya.

Karena membenci itu merusak, mengapa harus kita pelihara? Memang, secara manusiawi kadang rasa itu sulit dihindari. Tetapi, hal tersebut bisa kita atasi apabila kita bersedia untuk melakukan 2 hal berikut:

1. Kontrol Pikiran

Rasa benci biasanya timbul karena suatu peristiwa yang kita “anggap” menyakitkan. Saya menekankan kata “anggap” karena sebenarnya rasa sakit itu tidak perlu. Rasa sakit timbul karena ego kita mengatakan kita tidak pantas diperlakukan seperti itu. Sekarang, coba kita pikirkan kembali tindakan dan kata-kata yang menyakitkan itu. Apabila, tindakan dan kata-kata itu tidak kita ulang-ulang didalam pikiran kita, tentunya tidak akan membuat kita memiliki kebencian itu.

Ingatlah, terkadang pikiran kita bisa memanipulasi suatu peristiwa yg buruk menjadi semakin buruk dan menimpakan semuanya kepada orang yang kita benci, walaupun sebenarnya tidak seperti itu. Jangan mau dipermainkan oleh pikiran kita sendiri. Posisikan diri kita menjadi orang ke-3, coba lihatlah dengan lebih objektif. Ya, mungkin dia memang ada salahnya, tapi ternyata tidak seburuk itu juga.

Sebaiknya, maafkan dan terima saja hal itu sebagai bagian dari perjalanan hidup kita. Tidak perlu kejadian buruk itu diulang-ulang dalam pikiran kita. Hal/ peristiwa itu sudah terjadi dan sudah berlalu, mau diulang seberapa kali pun tidak akan merubah segala sesuatu yang sudah terjadi.

Jangan mau dipermainkan oleh pikiran kita sendiri, dengan membesar-besarkan ego, pikiran kita akan mencari kambing hitam untuk dijadikan sumber kebencian.

2. Perbesar Hati

Hati adalah sumber dari kasih yang merupakan anugerah yang terindah. Hanya ada rasa kasih tiada batas di dalam hati, hati tidak akan dapat disakiti karena hati akan selalu memaafkan dan menerima segala sesuatu dengan penuh kasih. Yang bisa dilukai adalah ego, karena ego selalu menempatkan kita di atas segalanya.

Oleh sebab itu, apabila ingin menghilangkan kebencian, kita harus memperbesar hati kita. Di dalam kasih tidak akan ada rasa benci karena hati kita akan mengasihi rasa benci itu sehingga larut ke dalam kasih.

Ada istilah yang mengatakan “Kasihilah musuh-musuh kita”. Ya, itu benar adanya. Dengan mengasihi mereka, kita menyembuhkan diri kita sendiri, memberikan kedamaian ke dalam pikiran dan jiwa kita. Orang-orang yang menjadi musuh kita hadir agar kita dapat berlatih untuk memperbesar hati dan menjaga pikiran kita.

Kasihilah musuh-musuh kita, karena mereka ada untuk melatih kedamaian sejati dalam diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s