What did I do on Sunday?

Well, today me and my cousin have a visit from our friend and three member of families. We invited them together in a chinesse restaurant (you can check some of the food that we’re ordered in my instagram: liongsufei).

Hari ini saya dan sepupu saya kedatangan salah seorang teman kami dan tiga orang keluarga. Kami mengajak mereka untuk makan malam di restoran cina (anda dapat melihat beberapa menu yang kami order di instagram saya: liongsufei).

Anyway, after we had a very nice diner there. Me, my cousin and our friend separate from the others to see one of historical building in Semarang, since it’s closed at 9pm.

Setelah kami menikmati makan malam kami disana. Saya, sepupu saya dan teman kami berpisah dari yang lain untuk mengunjungi salah satu bangunan bersejarah di Semarang, karena tempat itu tutup jam 9 malam.

Lawang sewu (Thousand Doors)

Lawangsewu is a landmark in Semarang, Central Java, Indonesia. It was built as the headquaters of the Dutch East Indies Railway Company. The construction of Lawang sewu began in 1904 and finished in 1907. The rest of the complex was finished in 1919. 

Lamwangsewu adalah cirikhas di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan ini didirikan sebagai pusat dari Perusahaan Perkeretaapian pada jaman penjajahan Belanda. Bangunan tersebut dimulai pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Pembangunan sisanya selesai pada tahun 1919.

We entered the building with a guide, well there are some reason including because The Colonial era building is famous a a haunted house, though the Semarang city Goverment has attempted to rebrand it. Let’s go inside πŸ˜‰.

Kami memasuki gedung itu dengan seorang guide, dengan beberapa alasan tentunya termasuk karena bangunan era kolonial tersebut terkenal berhantu, walaupun pemerintah kota Semarang berusaha untuk membangun opini yang baru tentang Lawangsewu. Mari kita masuk kedalam.

The Dutch built the house with many doors and high ceiling to anticipate the humidity and hot weather in Indonesia. Well actually the door were 928 but to make it easy to remember we say it 1000 doors or Lawangsewu.

Belanda membangun ini dengan banyak pintu dan atap yang tinggi untuk mengantisipasi kelembapan dan cuaca panas di Indonesia. Sebenarnya jumlah pintu yang ada adalah 928 tetapi kami menyebutnya 1000 pintu or Lawangsewu supaya lebih mudah.

As you could see there’re doors too in beetween the rooms inside. The guide told us it was also make the communication easier between people in each rooms.

Seperti yang bisa anda lihat ada pintu juga yang menghubungkan ruangan-ruangan didalam. Guide yang kami sewa mengatakan bahwa itu adalah juga untuk mempermudah komunikasi diantara orang-orang yang bekerja disana pada setiap ruangan.

Let’s see some old pictures and things that I found there πŸ˜‰ since I love antique.

Mari kita lihat beberapa foto-fota dan barang-barang kuno πŸ˜‰ yang ada disana karena saya sangat menyukai barang antik.

Those were the founders and the leaders of the Dutch East Indies Railway Company. Now, let’s saw the pictures of the train at that moment.

Itu adalah foto dari para penemu dan pemimpin dari Perusahaan Perkeretaapian pada saat itu. Sekarang mari kita lihat foto dari keretaapi pada jaman itu.

We also saw some antique communication tools that have been used at that moment.

Kami juga melihat beberapa barang antik yang dipakai untuk komunikasi pada jaman itu.

There’re old calculators too πŸ˜‰ and we could read the history of the building there (but I think our guide has told the history clearly enough πŸ‘πŸ˜Š for us)

Ada mesin hitung juga πŸ˜‰ dan kami dapat membaca sejarah dari bangunan tersebut disana (tetapi saya rasa guide kami sudah menjelaskannya dengan jelas πŸ‘πŸ˜Š)

There were many more I just couldn’t put it here. It’s gonna be too long. You just can see the photo collection in my instagram. Owww for additional info, Lawangsewu building now is openned as tourist attraction, fashion show and pre wedding photography.

You can find me in Instagram, for my picture collection you can visit πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ dragoneyelevel or for lifestyle and daily activities you can visit πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ liongsufei

Ada banyak lagi foto yang saya ambil, tetapi akan terlalu panjang untuk dimuat disini. Anda dapat melihatnya di instagram. Ohh sebagai tambahan informasi, Lawangsewu sekarang dibuka untuk turis, pagelaran fashion dan foto pre wedding.

3 thoughts on “What did I do on Sunday?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s