Hectic days

There was a tiring hectic days for me lately, since we sold our old house (in other town) and we had to moved out the things from the old house. Actually, it would be easier for just giving away or doing garage selling but my dad insisted to put those things in our house where we lived right now, which is already full of furnitures.

Beberapa hari ini adalah hari yang sibuk dan melelahkan, karena kami menjual rumah lama kami yg ada diluar kota sehingga barang-barang yang ada harus dipindahkan. Sebenarnya, lebih mudah untuk memberikannya kepada orang lain atau menjualnya tetapi papah bersikeras untuk meletakannya dirumah kami yang sekarang kami tinggali, yang mana sudah penuh dengan perabotan.

Those were the things in the old house when we packed around. Well there were some much more off course πŸ€” we brought them with a big truck 4 hours driving. Furthermore, we needed to cut the stair railling in order to brought those in. 

Itu adalah sebagian barang-barang dirumah lama ketika mulai kami beres-beres. Kami membawa semuanya dengan 1 unit truk besar dengan menempuh 4 jam perjalanan. Kami sampai harus memotong railing tangga depan rumah supaya barang-barang tersebut dapat masuk kedalam rumah.

What a mess, those were the things that cannot enter the house. Finally, we could find a way to put those in. Now it is time to tidying up all the things. Well, for some reasons I can understand why my dad insisted to bring the things along. He told the story of the things while we somehow arrange those stuffs. I remembered this small luggage that I brought to school (it was famous at to have it that time πŸ˜‰)

Wah kacau sekali pada saat itu, gambar diatas adalah sebagian barang-barang yang tidak dapat masuk kedalam rumah. Akhirnya kami dapat memasukan barang-barang tersebut kedalam rumah. Yah saya dapat memahami alasan papah untuk membawa barang-barang tersebut. Dia menceritakan kembali kisah yang ada pada barang-barang tersebut ketika kami menatanya. Saya teringat akan koper kecil ini yang saya bawa ke sekolah (koper model begini sangat terkenal pada jaman itu πŸ˜‰)

I had it in primary 3 it was cool to see it again πŸ˜† I just couldn’t imagine to have it here. It still looks the same with my handwriting up there on the left it’s written 3 SD (means primary 3). 

Saya memakainya pada saat kelas 3 SD, senang sekali bisa melihatnya lagi, masih sama persis seperti dulu ada tulisan tangan saya diatas kiri.

Anyway, my dad had to release some goods but it’s okay he could understand (thanks God) hahahaha.. I don’t like to be attached that much to things or belonging, but I need to respect my dad memory and historical things πŸ˜† off course. A little bit more things to get in, then I can fix that railing stair (I hope..) hahahahaha..

Akhirnya papah saya harus merelakan beberapa barang, tapi dia dapat memahaminya (terimakasih Tuhan) hahahahaha.. Saya tidak suka mempunyai keterikatan dengan barang-barang, tetapi tentunya saya harus menghormati kenangan papah dan benda-benda yang (menurut dia) bersejarah πŸ˜†. Hanya sedikit barang lagi yang harus dimasukkan, kemudian saya harap dapat segera memperbaiki railing tangga depan rumah hahahahaha..

One thought on “Hectic days

  1. Kalau punya saya koper President warna coklat Bu dan sampai sekarang jg masih saya pakai buat simpan ijazah…
    πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜‰

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s