Worry, is a ‘No’ or a ‘Yes’


What is worry? According to the dictionary, ‘worry’ is a state of anxiety and uncertainty over actual or potential problem. Let us focus on the word ‘uncertainty’. Why do we let ourself to be abused by something that is uncertain? Bang..!!! Suddenly it struck my mind, oh my!! That is absolutely true. I’ve also heard of a saying, “The most miserable person is the one who always regreting the past and worrying too much for the future.” 

Let us think futher of why we have to be tortured thinking of something that might not happen as we worrying about. Be easy, like a song que sera sera, whatever will be will be.. Do not worry too much, just enjoy the present moment, do our best and let the rest in our Holy Creator. 

Now, do you think it is worth doing? Remember worrying too much can trigger lots of stress with further impact to our body immun become weaker. No, that’s absolutely no away!!! Be wise think it over before worrying, say ‘No’ to worry. Just believe: don’t worry, be happy 😊

====================================

Khawatir itu perlu atau tidak???

Apa itu khawatir? Berdasarkan kamus bahasa, khawatir adalah suatu kondisi kegelisahan dan ketidakpastian yang berlebihan atas suatu potensi masalah. Marilah kita fokus pada kata ‘ketidakpastian’. Mengapa kita membiarkan diri kita disiksa atas suatu ketidakpastian? Aaaahhh..!!! Tiba-tiba hal itu menghantam pikiranku, memang betul. Ada juga yang pernah berkata bahwa, “Orang yang paling menyedihkan adalah orang yg selalu menyesali masa lalu dan sangat mengkhawatirkan masa depan.”

Mari kita pikir lebih jauh mengapa kita harus menyiksa diri dengan memikirkan hal yang mungkin bahkan tidak akan terjadi seperti yang kita khawatirkan. Santailah, seperti lagu que sera sera, apa yang terjadi terjadilah.. Jangan khawatir berlebihan, nikmatilah saat ini, lakukan yang terbaik dan serahkan selebihnya kepada Sang Maha Pencipta.

Sekarang, apakah menurut anda khawatir berlebihan itu diperlukan? Ingat khawatir berlebihan dapat memicu stress dan menurunkan kekebalan tubuh kita. Tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi bukan? Bijaksanalah, pikirkan lebih jauh sebelum khawatir. Apakah kekhawatiran itu diperlukan? Katakan ‘Tidak’ pada rasa khawatir anda. Percayalah: Jangan khawatir, berbahagialah 😊

2 thoughts on “Worry, is a ‘No’ or a ‘Yes’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s