COFFEE · Food and Beverages · LIFESTYLE

Syphon Coffe

A syphon coffee maker brews coffee using two chambers where vapor pressure and vacuum produce coffee. It was invented by Loeff of Berlin in the 1830s, and after that these devices have been used for more than a century in many parts of the world. Design and composition of the vacuum coffee maker varies.

Syphon Coffee produces a bright, sweet, clarified coffee, which is not only involves fully immersion, but also (low) pressure extraction. The process in making Syphon Coffee is somewhat delicate, but produces a cup of coffee that is unique in its richness and clear flavors and can have an oily body, but almost never has any silt. These characteristics are why this method is so famous in many coffee lover. However, the main disadvantage is the difficulty in the process. 

Anyway, for me coffee is not just ‘coffee’ but the art of making it that make it special.

====================================

Dalam bahasa Indonesia:

Alat pembuat kopi ala sifon adalah cara membuat kopi dengan dua wadah, dimana tekanan uap dan tabung yang menghasilkan kopi. Alat tersebut ditemukan oleh Loeff of Berlin pada tahun 1830an, dan setelah itu alat ini telah digunakan dibanyak negara selama lebih dari 100 tahun. Alat ini mempunyai desain dan komposisi yang bervariasi.

Kopi sifon menghasilkan kopi yang terang, manis dan bening, yang mana tidak hanya kopi tercelup secara sempurna, tetapi juga tekanan penyaringan yang rendah. Proses dalam pembuatan kopi sifon bisa dikatakan agak sulit, tetapi menghasilkan secangkir kopi yang unik dengan cita kaya rasa khas kopi tersebut dan hampir tanpa ampas. Karakteristik inilah yang banyak digemari oleh para pecinta kopi. Walaupun kekurangan dalam pembuatan teknik sifon ini adalah di kerumitan dalam proses pembuatan kopinya.

Bagi saya, kopi tidak hanya sekedar ‘kopi’ tetapi seni dalam pembuatan kopi itu sendirilah yang membuatnya istimewa.

Uncategorized

Indonesia Independence Day


Today, we Indonesian celebrate our Independence day. The celebration of Independence Day is a great occasion to the people and history of Indonesia. It is a huge event for marking the declaration of Indonesia as a free nation from the foreign rule.

Hari ini, kami rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan. Perayaan hari kemerdekaan adalah merupakan acara yang besar bagi rakyat dan sejarah Indonesia. Ini adalah acara yang luar biasa untuk menandai deklarasi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dari penjajahan asing.

The red and white flag is a great importance to our country and Indonesian people with its red colour showing courage and white as purity.

Bendera merah putih adalah hal yang sangat penting bagi negara dan rakyat kami, dengan warna merah melambangkan keberanian dan putih melambangkan kemurnian.

The flag is flown with great honour as a sign of patriotism and nationalism.

Bendera merah putih akan dikibarkan dengan penuh kehormatan sebagai tanda dari patriotisme dan nasionalisme.

Furthermore, the unique thing about the celebration of this day in Indonesia is that all ceremonies are conducted simultaneously in all region, from schools to official government offices. The biggest one is presided over by the President and attented by different groups of officials, army, veterans and members of the public.

Selanjutnya, hal yang unik dari perayaan ini adalah bahwa semua merayakannya di seluruh daerah Indonesia, dari sekolah-sekolah sampai kantor-kantor pemerintahan. Acara yang terbesar diadakan oleh Presiden dan dihadiri oleh kelompok yang berbeda-beda dari lembaga pemerintahan, tentara, pensiunan dan tokoh-tokoh masyarakat.

fact · LIFESTYLE · LIONGSUFEI STORY · LIONGSUFEITRIP · LOVE & COMPASSION · MyLife · PHOTOGRAPHY · Uncategorized

Cycling like Copenhageners

Hi readers as I have told you before that people in Copenhagen preferred to cycling for their transportation, now I wanted to tell you that we did it too πŸ˜‰.

Halo pembaca seperyi yang telah saya tulis sebelumnya bahwa masyarakat Copenhagen lebih memilih sepeda sebagai alat transportasi mereka, sekarang saya ingin mengatakan bahwa kami juga bersepeda πŸ˜‰.

Time to prepare 😁 gloves were important since I was afraid of cold. We started from our hotel and we borow the bicycles there too (I’d tell you about our hotel later).

Waktunya melakukan persiapan 😁 sarung tangan sangatlah penting karena saya takut dingin. Kami mulai dari hotel tempat kami tinggal dan kami meminjam sepeda dari sana juga (saya akan bercerita tentang hotel kami nanti).

That day was our last day, so while we’re waiting for our flight (in the evening) we decided to cycle around. Thanks God we decided to cycle around that was totally fun and amazing.

Hari itu adalah hari terakhir kami, maka sambil menunggu penerbangan (sore hari), kami memutuskan untuk bersepeda didaerah sekitar situ. Syukurlah kami memutuskan untuk bersepeda karena hal itu sangatlah menyenangkan dan luar biasa.

At first we wanted to see the Little Mermaid Statue that was famous there. We cycle around by map. Did you know what? We didn’t find the statue πŸ˜… but we found a wonderful scenery along the way. 

Pertamanya kali ingin pergi bersepeda untuk melihat patung putri duyung kecil yang terkenal disana. Kami bersepeda dengan mengandalkan peta. Anda tau yang terjadi? Kami tidak menemukan patung itu πŸ˜… tetapi kami menemukan pemandangan yang sangat indah sepanjang perjalanan.

This activity is the one you must do in Copenhagen. It is super fun and super cool activity. You will see the real beauty of Copenhagen. 

Aktifitas ini adalah merupakan salah satu yang harus anda lakukan di Copenhagen. Kegiatan ini super menyenangkan dan super keren. Anda akan melihat keindahan yang sebenarnya dari Copenhagen.

Oww nearly forgot, I owe you guy about our beautiful hotel. We stayed at the 5 star d’Angleterre hotel. It is established in 1755 and become an icon and historic landmark in Copenhagen, which is located on Kongens Nytorv (near Nyhavn) and famous of its elegance, luxury and style.

Ohhhh hampir lupa, saya berjanji untuk menulis hotel kami yang indah. Kami tinggal di hotel bintang 5, d’Angleterre hotel. Hotel itu berdiri sejak tahun 1755 dan menjadi ikon dan bangunan bersejarah di Copenhagen, yang terletak di Kongens Nytorv (dekat Nyhan) dan terkenal akan kemewahan, elegan dan gaya yang dimilikinya.

It’s a pitty that I did not take many pictures here since the last day of our leaving.

Sayang sekali saya tidak mengambil banyak foto tentang hotel tersebut sampai hari terakhir kami meninggalkannya.

fact · LIFESTYLE · LIONGSUFEI STORY · LIONGSUFEITRIP · MyLife · MYSTYLE · PHOTOGRAPHY · Uncategorized

Nyhavn, Copenhagen, Denmark 2014

Nyhavn is a 17th century waterfront canal and entertainment district in Copenhagen, Denmark.

Nyhavn adalah daerah kanal air dan lokasi entertain pada abad ke 17 di Copenhagen, Denmark

It is stretching from Kongens Nytorv to the harbour front just south of the Royal Playhouse, which is lined in brightly coloured 17th and early 18th century town houses and bars, cafes and restaurants. The canal harbours many historical wooden ships.

Areanya membentang dari Kongens Nytorv ke depan pelabuhan disebelah selatan dari Royal Playhouse, yang berjejer dengan warna-warna bangunan yang mencolok dari abad ke 17 dan awal abad ke 18 yang merupakan sekumpulan rumah, bar, kafe dan restoran. Jaman dahulu kanal ini telah dilabuhi oleh banyak kapal-kapal kayu bersejarah.

We really enjoyed just walking around the harbourside at Nyhavn, which was a perfect place to end a long day. We also coud rest at the quayside.

Kami sangat menikmati jalan-jalan disekitar kanal di Nyhavn, yang juga merupakan tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu swpanjang hari. Kita juga dapat beristirahat ditepi dermaga.

We enjoys the day at one of the cafes beside the canal and also had dinner at one of the cosy restaurants. That was just a perfect day.

Kami sangat menikmati hari itu, dimana kami menghabiskan siang di salah satu kafe disamping kanal dan juga makan malam di salah satu restoran disana. Hari itu adalah hari yang sempurna.

I love this part of the city very much. It’s like I never got enough exploring it. See you tomorrow still in Denmark.

Saya sangat menyukai bagian dari kota ini. Sepertinya tidak akan pernah puas untuk menjelajahinya. Sampai jumpa besok masih di Denmark.

fact · LIONGSUFEI STORY · MyLife · PHOTOGRAPHY · Uncategorized

What did I do on Sunday?

Well, today me and my cousin have a visit from our friend and three member of families. We invited them together in a chinesse restaurant (you can check some of the food that we’re ordered in my instagram: liongsufei).

Hari ini saya dan sepupu saya kedatangan salah seorang teman kami dan tiga orang keluarga. Kami mengajak mereka untuk makan malam di restoran cina (anda dapat melihat beberapa menu yang kami order di instagram saya: liongsufei).

Anyway, after we had a very nice diner there. Me, my cousin and our friend separate from the others to see one of historical building in Semarang, since it’s closed at 9pm.

Setelah kami menikmati makan malam kami disana. Saya, sepupu saya dan teman kami berpisah dari yang lain untuk mengunjungi salah satu bangunan bersejarah di Semarang, karena tempat itu tutup jam 9 malam.

Lawang sewu (Thousand Doors)

Lawangsewu is a landmark in Semarang, Central Java, Indonesia. It was built as the headquaters of the Dutch East Indies Railway Company. The construction of Lawang sewu began in 1904 and finished in 1907. The rest of the complex was finished in 1919. 

Lamwangsewu adalah cirikhas di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan ini didirikan sebagai pusat dari Perusahaan Perkeretaapian pada jaman penjajahan Belanda. Bangunan tersebut dimulai pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Pembangunan sisanya selesai pada tahun 1919.

We entered the building with a guide, well there are some reason including because The Colonial era building is famous a a haunted house, though the Semarang city Goverment has attempted to rebrand it. Let’s go inside πŸ˜‰.

Kami memasuki gedung itu dengan seorang guide, dengan beberapa alasan tentunya termasuk karena bangunan era kolonial tersebut terkenal berhantu, walaupun pemerintah kota Semarang berusaha untuk membangun opini yang baru tentang Lawangsewu. Mari kita masuk kedalam.

The Dutch built the house with many doors and high ceiling to anticipate the humidity and hot weather in Indonesia. Well actually the door were 928 but to make it easy to remember we say it 1000 doors or Lawangsewu.

Belanda membangun ini dengan banyak pintu dan atap yang tinggi untuk mengantisipasi kelembapan dan cuaca panas di Indonesia. Sebenarnya jumlah pintu yang ada adalah 928 tetapi kami menyebutnya 1000 pintu or Lawangsewu supaya lebih mudah.

As you could see there’re doors too in beetween the rooms inside. The guide told us it was also make the communication easier between people in each rooms.

Seperti yang bisa anda lihat ada pintu juga yang menghubungkan ruangan-ruangan didalam. Guide yang kami sewa mengatakan bahwa itu adalah juga untuk mempermudah komunikasi diantara orang-orang yang bekerja disana pada setiap ruangan.

Let’s see some old pictures and things that I found there πŸ˜‰ since I love antique.

Mari kita lihat beberapa foto-fota dan barang-barang kuno πŸ˜‰ yang ada disana karena saya sangat menyukai barang antik.

Those were the founders and the leaders of the Dutch East Indies Railway Company. Now, let’s saw the pictures of the train at that moment.

Itu adalah foto dari para penemu dan pemimpin dari Perusahaan Perkeretaapian pada saat itu. Sekarang mari kita lihat foto dari keretaapi pada jaman itu.

We also saw some antique communication tools that have been used at that moment.

Kami juga melihat beberapa barang antik yang dipakai untuk komunikasi pada jaman itu.

There’re old calculators too πŸ˜‰ and we could read the history of the building there (but I think our guide has told the history clearly enough πŸ‘πŸ˜Š for us)

Ada mesin hitung juga πŸ˜‰ dan kami dapat membaca sejarah dari bangunan tersebut disana (tetapi saya rasa guide kami sudah menjelaskannya dengan jelas πŸ‘πŸ˜Š)

There were many more I just couldn’t put it here. It’s gonna be too long. You just can see the photo collection in my instagram. Owww for additional info, Lawangsewu building now is openned as tourist attraction, fashion show and pre wedding photography.

You can find me in Instagram, for my picture collection you can visit πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ dragoneyelevel or for lifestyle and daily activities you can visit πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ liongsufei

Ada banyak lagi foto yang saya ambil, tetapi akan terlalu panjang untuk dimuat disini. Anda dapat melihatnya di instagram. Ohh sebagai tambahan informasi, Lawangsewu sekarang dibuka untuk turis, pagelaran fashion dan foto pre wedding.

FAMILY · FASHION · Food and Beverages · LIFESTYLE · LIONGSUFEI STORY · MYSTYLE · PHOTOGRAPHY · Uncategorized

Copenhagen 2

I still want to share some interesting pictures around StΓΈrget, Copenhagen. I just realised that there were many bicycle there, since the bicycle is preffered transportation by many Copenhageners.

Saya masih ingin berbagi beberapa foto menarik disekitar StΓΈrget, Copenhagen. Saya baru saja menyadari bahwa ada banyak sepeda disana, karena sepeda adalah alat transportasi yang paling disukai oleh masyarakat Copenhagen.

At that moment we preffered walking around since it was the first day in Copenhagen. We wanted to just walk around and see what was interesting activities in that area except shopping araound of course πŸ˜‰.

Pada saat itu kami memilih berjalan kaki karena itu adalah hari pertama kami di Copenhagen. Kami hanya ingin berjalan-jalan dan melihat kegiatan apa yang menarik untuk dilakukan selain shopping tentunya πŸ˜‰.

There were many cozy restaurants and cafes in Størget area. The taste was delicious 😁 I liked the food there.

Ada banyak restoran dan kafe yang nyaman di area StΓΈrgot. Saya suka makanan disana karena rasanya enak.

Visit my pictures gallery/ kunjungi galeri foto saya πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ https://www.instagram.com/p/BXu3SfSnFo2/

Visit my lifestyle and daily activities πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ https://www.instagram.com/p/BXqVweMFL9b/

HOBBY · LIFESTYLE · LIONGSUFEI STORY · LIONGSUFEITRIP · LOVE & COMPASSION · MyLife · PHOTOGRAPHY · Uncategorized

Hello Copenhagen

We moved from Stockholm, Sweden to Copenhagen, Denmark. It was a live and cozy city to live. Well april should bring significant warmed up in Copenhagen, because the spring was ready to sprung. Anyway, the significant warmed up were around 2Β°C at night and 12Β°C in the afternoon πŸ˜… OMG.

Dari Stockholm, Sweden kami menuju Copenhagen, Denmark. Kota Copenhagen sangatlah hidup dan nyaman untuk ditinggali. Seharusnya april adalah bulan yang cukup hangat disana karena merupakan awal musim semi. Tetapi, kehangatan disini adalah sekitar 2Β°C dimalam hari dan 12Β°C disiang hari πŸ˜….

That picture above is one of my favorite spots in Copehagen. It’s StrΓΈget a pedestrian, car free shopping area, which is one of the popular tourist attraction located in the centre of town with the longest pedestrian shopping street in Europe at 1.1km.

Foto diatas adalah salah satu tempat favorit saya disana, daerahnya dinamakan StrΓΈget yang adalah merupakan area berbelanja bebas kendaraan. StrΓΈget merupakan salah satu tempat yang menarik para turis yang terletak ditengah kota, dengan pusat perbelanjaan sepanjang 1.1km yang merupakan pusat perbelanjaan terpanjang di Eropa.

Normally I do not like shopping around, but I really don’t mind being here all day. This is a shopping area that won’t let you get bored even a minute. Many interest things that you can see here. I’ll show you πŸ˜‰ here’s the pictures.

Biasanya saya tidak berkeliling untuk berbelanja, tetapi saya tidak keberatan berada disini sepanjang hari. Ini adalah area berbelanja yang tidak akan membuatmu bosan walaupun hanya sekejap. Banyak hal menarik yang bisa kita lihat disini. Saya akan tunjukan beberapa fotonya.

I always love to see street performance. That’s really something for me to see the beauty in simple way. Anyway, that was a very nice evening the cold couldn’t stop me to explore the StΓΈrget area and took some pictures.

Saya sangat menyukai tontonan jalanan. Itu adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya untuk melihat keindahan dengan cara yang sederhana. Sore itu adalah sore yang indah dan rasa dingin tidak bisa mencegah saya untuk menjelajah area di StΓΈrget dan mengambil beberapa foto.

Love was in the air 😍 all looked just perfect. The weather, the air, the scenery, the people, all of them were perfect. It’s like I was in the best place ever. 

Aura cinta ada dimana-mana 😍 semuanya terlihat sempurna. Cuacanya, udaranya, pemandangannya, orang-orangnya, semuanya sempurna. 
Well, now I just realised that every place that I’ve visited was my best place ever πŸ˜…. It’s not about where you are? But how you feel that will create ‘your best place ever’.

Akan tetapi sekarang saya baru menyadari bahwa semua tempat yang telah saya kunjungi pasti saya katakan adalah tempat yang terbaik/ paling sempurna πŸ˜…. Ternyata bukan tentang dimana kita berada? Tetapi apa yang kamu rasakan yang akan menciptakan ‘tempat yang paling sempurna bagimu’

Right now, I am in my house and being in my room writing this blog to share with all of you, I feel like ‘I am in a perfect place ever.’ πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Sekarang ini, saya ada dirumah dan berada di dalam kamar saya menulis blog ini agar dapat berbagi pada anda semua. Pada saat ini juga saya merasa ada ‘di tempat yang paling sempurna.’ πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

See you in the next chapter of Copenhagen tomorrow 😘

Sampai jumpa pada kelanjutan kisah Copenhagen berikutnya besok yaaa 😘

Visit my pictures gallery/ kunjungi galeri foto saya πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ https://www.instagram.com/p/BXu0RS1nju5/

Visit my lifestyle and daily activities πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ https://www.instagram.com/p/BXqVweMFL9b/

HOBBY · LIFESTYLE · LIONGSUFEI STORY · LIONGSUFEITRIP · MyLife · PHOTOGRAPHY · Uncategorized

Stockholm, part 2

Gamla Stan is the old town of Stockholm, which is the largest and best preserved medieval city centers in Europe. It is where Stockholm was founded in 1252 and one of the most attraction di Stockholm.

Gamla Stan adalah kota tua bagian dari Stockholm, yang merupakan pusat kota-kota peninggalan dari jaman abad pertengahan di Eropa. Stockholm ditemukan pada tahun 1252 dan Gamla Stan menjadi salah satu daya tarik disitu.

I really enjoyed walking around in Gamla Stan in the evening. That day was a bright day but still damn cold of course. Anyway, the sun helped me a bit to handle the cold.

Saya sangat menikmati berjalan-jalan diseputar Gamla Stan pada sore hari. Hari itu adalah hari yang cerah tapi tentu masih terasa sangat dingin. Akan tetapi matahari sedikit membantu saya dalam mengatasi rasa dingin tersebut.

I went there with my cousin (thanks she insisted me to go along) and two of our friends. It was a wonderful trip in a perfect weather. Owww I almost forget to tell you that we cruised along the river to see these.

Saya pergi kesana dengan sepupu saya (terimakasih sudah memaksa saya untuk ikut pergi) dan dua orang teman kami. Hari itu adalah merupakan perjalanan yang sangat menyenangkan dengan cuaca yang tepat. Ohhh saya hampir lupa kami naik boat menyusuri sungai untuk melihat pemandangan ini.

Ok I will continue my story tomorrow, still with pictures of course since I love photography (even I am not a proffesional one πŸ˜‰).

Saya rasa saya akan melanjutkan cerita saya besok yah, masih dengan koleksi foto tentunya karena saya sangat menyukai fotografi (walaupun saya bukan seorang profesional πŸ˜‰)

HOBBY · LIFESTYLE · LIONGSUFEI STORY · LIONGSUFEITRIP · PHOTOGRAPHY · Uncategorized

First trip to Europe 2014

STOCKHOLM, part 1

I just fell in love at first sight with this city, even we were greeted with drizzle.

Saya jatuh hati pada pandangan pertama dengan kota ini, walaupun kami disambut dengan gerimis.

It was damn cold, since I came from a tropical country. Even I’ve studied in Melbourne, Australia but Europe is just a big different. 

Disini sangatlah dingin, karena saya datang dari negara tropis. Walaupun saya pernah bersekolah di Melbourne, Australia tetapi Eropa sangatlah berbeda.

That was my first picture of the second day with my new coat that was bought there, since I never thought it would be that breezing especially the wind, it was strucked into my bones (Was I exagerate it? πŸ€” No.. it was true)

Itu adalah foto pertama saya dihari kedua dengan jaket panjang saya yang baru dibeli disana, karena saya tidak berpikir bahwa akan sedingin itu rasanya seperti membeku, apalagi anginnya sampai menusuk ke tulang-tulang saya (apa saya melebih-lebihkannya? πŸ€” tentu saja tidak)

Stockholm is the capital of Sweden, includes 14 island and more than 50 bridges to Baltic Sea archipelago. 
Stockholm adalah ibukota dari Swedia, yang terdiri dari 14 pulau dan lebih dari 50 jembatan yang menghubungkan ke kepulauan di Laut Baltic.

The city was lovely and clean. No polution, we could feel the fresh air. It’s like an old city with artistic buildings.

Kotanya sangat menyenangkan dan bersih. Tidak ada polusi, kami dapat merasakan udaranya yang segar. Bangunan-bangunannya mencerminkan kota tua yang artistik.

Well, the pictures and the story of this journey still a long way to go. I think it would be better to keep it for the next writing so it’s not going a long writing one πŸ˜‰.

Foto-foto dan cerita yang ingin saya sampaikan dari perjalanan ini masih panjang. Saya rasa sebaiknya akan saya sambung pada tulisan selanjutnya jadi tulisan ini tidak akan menjadi sangat panjang πŸ˜‰.


Food and Beverages · LIFESTYLE · LIONGSUFEI STORY · LIONGSUFEITRIP · MyLife · PHOTOGRAPHY

Traditional food

Well today I would like to discuss a little bit about traditional food in my hometown Pemalang, Indonesia. I do rarely going back to my hometown after moved out to other town which is about 4 hours driving. Therefore, when I went back a few months ago I hunt my favorite food all along the way.

Hari ini saya akan mengulas sedikit tentang makanan tradisional di kota kelahiran saya, Pemalang, Indonesia. Saya sangat jarang sekali pulang setelah pindah ke kota lain sekitar 4 jam menyetir. Oleh sebab, itu ketika saya pulang beberapa bulan yang lalu saya berburu makanan kesukaan saya sepanjang jalan.

This what we call ‘nasi tahu campur’ it is rice with cabbage, brussels sprout, cucumber, fried tofu (diced), crackers and pouring with nut sauce of top of its. The taste is delicious, I can’t find it anywhere like it in other town.

Makanan ini bernama ‘nasi tahu campur’ yang berisikan nasi dengan kol, tauge, timun, tahu goreng (potong kotak), kerupuk dan disiram dengan saus kacang diatasnya. Rasanya sangat lezat, saya tidak dapat menemukannya dengan rasa yang sama dikota lain.

This is for the snacks, it’s a shrimp crackers which is tasty and yummy suit for accompany your main dishes.

Ini adalah cemilannya, rempeyek udang yang sangat lezat dan gurih cocok untuk melengkapi segala makanan utama.

Now this is for the drinks which we call ‘teh poci’ we used traditional Indonesian jasmine tea leaves. Well, the flavor of the jasmine is so rich and strong. We usually drink it with rock sugar to enhance the taste.

Sekarang minumannya, ini yang dinamakan teh poci kami menggunakan daun teh jasmin khas tradisional Indonesia. Harum jasminnya sangatlah kental dan ketara. Kami biasanya menggunakan gula batu untuk mengeluarkan rasa keharuman tehnya. 

I always miss the foods in my hometown. Actually there are some more but I’ll tell you some other time πŸ˜‰.

Saya selalu merindukan makanan tersebut. Sebenarnya ada beberapa lagi tetapi akan saya ceritakan dilain waktu πŸ˜‰.

DAPPER STYLE · FAMILY · HOBBY · LIFESTYLE · LIONGSUFEI STORY · LOVE & COMPASSION · MyLife · MYSTYLE

Reading as a supplement

First of, all what is reading for you? As for each people can be varied. Now, I will answer that question for my own.

Reading for me is such of supplement of life that can always lift me up when I’m down. Therefore, I always be careful and picky of what I am reading.

I do love reading since I was a kid. I love to read magazines, comic, adventure novel for kids and so on. I collect some of them but I lost it somehow. πŸ€” 

Entering my youth the reading was slightly different, I added teenager magazines and english adult novel. Just for addition, I love english since I was a kid so I bought English-Indonesia translate magazines.

About around 20s my life has changed related to the death of my mom. I was so depressed, I couldn’t believe that I lost my mom. At that stage of life, I just knew about death on television. I knew my grandparents have death, but because they’re old right? My mom still young around 40s, I just couldn’t accept the reality.

So the fact, it was happened. I need to find out why? I always seek the answer through books, since I was not a person that easy to tell about how I felt at that young age. In addition I don’t easy to believe in people’s saying. I can trully understand only by reading.

I read many Buddhist books, inspirational books, motivational books and that sort of things until I get some point:

  1. Even when you cry and destroy yourself, it’s still happened. So it is useless for grieving all the times.
  2. Death can happen to anyone in any age, including my mom.
  3. Death is beyond our capability.

By those three points then I start to stop grieving and continue my life. 

Since then I keep reading those kind of positive reading. I find it feeding my soul, encourage myself, inspiring me to grow stronger to handle any difficulty in life. Everytime I lost my direction, I just always have to read and read to remind me what my goal in life. 

Joining a worpress and become a blogger give me access to read such a great positive, motivational and inspiring reading while I can also actualized my dream to be a writer to inspire others (hope so πŸ˜‰).

====================================

Accessories: I used tartan tie and tie clip from dapper & classy collection (IG: dapper.classy_collection), which also tartan blue and red combination socks. My suit’s theme was blue and red 😊